Penampilan Diri

Selasa, 26 November 2013
Posted by Fazri
Penampilan Diri


Penampilan adalah bentuk citra diri yang terpancar dari diri seseorang, dan juga meupakan sarana komunikasi antara seorang individu dengan individu lainnya. Tampil menarik dapat menjadi salah satu kunci sukses dalam kehidupan sosial bermasyarakat. Orang lain akan merasa nyaman, betah, dan senang dengan penampilan diri yang enak dipandang mata. Berpenampilan menarik bukan berati mewah, tetapi tergantung pada diri individu itu sendiri dalam kaitannya pengembangan diri seutuhnya secara baik.
Penampilan mengandung pengertian, diantaranya (1) enak dan menarik dipandang mata, (2) kesempurnaan penampilan dalam warna, (3) proporsi tubuh yang simetris yang menimbulkan kesan menarik. Dengan kata lain, suatu penampilan akan terlihat menarik manakala penampilan itu pleasing atau berbentuk sempurna dalam pengertian proporsi dari setiap bagian terstuktur secara harmonis.

Penampilan Menarik
Usaha yang dapat dilakukan untuk dapa berpenampilan menarik meliputi:

a.       Sikap atau pembawaan
Sikap yang baik akan menimbulkan kesan yang baik pula. Dalam hal ini, penampilan fisik seseorang memegang peranan penting melalui cara berjalan, cara berbicara, cara makan, cara duduk, cara berdiri.

b.      Ekspresi wajah dan bahasa tubuh
Hal yang terkait dengan ekspresi wajah dan bahasa tubuh adalah: (1) cara memandang, yaitu pandangan mata saat melihat atau berbicara dengan lawan bicara. (2) Sikap tubuh, meliputi sikap kepala (tegak), sikap wajah (alis mata, bibir).

c.       Berbicara
Untuk dapat berbicara dengan baik dituntut bahasa tubuh yang sesuai dengan pembicaraan yang dilakukan. Suara juga harus disesuaikan dengan kondisi waktu, tempat, maupun inti pembicaraan. Misal: jika pembicaraan mengandung makna kemarahan maka ekspresi wajah, intonasi suara juga menyelaraskan dalam keadaan gusar.

d.      Kesehatan
Kesehatan merupakan hal penting yang harus diperhatikan dan diusahakan agar memberikan penampilan segar dan prima. Kesehatan harus dijaga dengan cara: makan dan tidur dengan teratur, jangan terlalu tegang dan lelah, olahraga yang teratur disesuaikan dengan kondisi tubuh, pandangan hidup yang optimis.

e.       Kebersihan dan kerapian
Bau Badan (BB) dan Bau Mulut (BM) merupakan hal penting yang diperhatikan dan dihindarkan karena akan mengganggu penampilan secara keseluruhan.
Cara-cara yang dapat dilakukan untuk menghindari bau badan adalah: menghindari makanan yang berbau tajam dan merangsang, makan teratur dengan memperbanyak sayuran dan buah-buahan, secara teratur minum jamu.
Adapun hal yang harus dilakukan dalam menghindari bau mulut adalah: menjaga kebersihan gigi, menghindari penyakit lambung, menjauhi makanan yang berbau merangsang seperti petai, bawang, durian dan sebagainya.
Disamping Bau Badan dan Bau Mulut, maka kuku juga merupakan satu hal penting harus dijaga kebersihan dan kerapiannya. Suatu hal yang sia-sia apabila seseorang telah berdandan serapi dan secantik mungkin, namun kuku-kukunya kotor dan terkesan tidak terawat. Untuk itu kebersihan kuku baik tangan maupun kaki harus senantiasa diperhatikan. Usahakan agar panjang kuku sama dan ujungnya tidak kuning.
Kerapian pada sepatu dan pakaian juga merupakan faktor penunjang  penampilan seseorang. Pakailah sepatu yang sesuai dengan ukuran kaki, sesuaikan pula model dan warna dengan pertemuan yang akan dihadiri. Perhatikan agar sepatu selalu dalam keadaan bersih dan terawat.

f.        Tata rambut dan tata rias
Untuk tata rambut, sesuaikan penataan rambut dengan bentuk muka, bentuk tubuh, profesi, waktu, faktor kepribadian (tidak memaksakan suatu mode tertentu), usia.
Untuk tata rias, haruslah dibedakan berdasarkan waktu, usia, profesi, sifat pertemuan. Jika tata rias untuk pagi hari maka gunakanlah warna teduh, pastel yang memberi kesan sederhana. Jangan memakai pemerah pipi dan warna lipstick yang terlalu menyolok. Daris mata jangan terlalu tajam, dan gunakan mascara dengan ringan pada bulu mata. Adapun tata rias pada malam hari, dapatlah digunakan warna-warna yang menolok, berkilap, dan terkesan tajam dan berat.

g.       Tata busana

Busana tidak saja berfungsi sebagai pelindung tubuh dan penutup bagian tertentu pada tubuh, akan tetapi busana mempunyai fungsi lain yaitu memperindah diri. Kemampuan seseorang untuk dapat berbusana dengan tepat dan baik akan menampilkan kesan positif yang berkaitan erat dengan gairah hidup, sehingga menambah percaya hidup. Berbusana dengan baik akan menampilkan pribadi yang menarik pula.

Mendengar

Posted by Fazri
Teknik Mendengar

Seringkali dalam kehidupan sehari-hari, didengar instruksi untuk mendengar, seperti: “Tolong simak penjelasan ibu!”, atau “Tolong dengar ibu”. Apa perbedaan diantara kedua kata tersebut: simak dan dengar. Simak atau dalam bahasa inggris ‘listen’ adalah proses psikologis yang aktif memerlukan konsentrasi dan kesungguhan. Jika ada orang berbicara, maka lawan bicara akan mendengar dengan penuh konsentrasi, memilah-milah informasi apa yang perlu diperhatikan dan mana yang dapat diabaikan.
Sementara dengar atau dalam bahasa inggris ‘hearing’ adalah proses psikologis pasif, yaitu seseorang yang mendengarkan lawan bicara tanpa unsur penyaringan informasi. Semua informasi dapat diterima secara bulat-bulat atau sebaliknya, semua informasi dapat berlalu tanpa kesan.

Beberapa hambatan yanf kerap dijumpai dalam proses mendengar adalah:

a.      Sub Vocal Responding
Yaitu buru-buru memberikan respons, sebelum orang lain selsesain bicara. Contoh: seseorang berbicara mengenai renovasi menara mesjid, sebelum orang tersebut selesai berbicara lawan bicara telah menanggapi bahwa pembicaraan yang berlangsung adalah permohonan bantuan dana renovasi mesjid.

b.      Self Consciousness
Terlau sadar diri, sehingga tidak mau mendengarkan pembicaraan orang lain. Contoh: ketika pada seseorang berpendidikan tinggi disampaikan suatu informasi maka yang bersangkutan cenderung mengabaikan, karena merasa lebih tahu mengenai hal tersebut.

c.       Other Conciousness
Sangat terkesan pada penampilan dan cara seseorang berbicara, sehingga tidak memperhatikan isi pembicaraan. Contoh: banyak pemberitaan koran yang menampilkan korban penipuan dari bank gelap yang senantiasa lebih menampilkan ‘pesona’ dan mengumbar janji gombal untuk memberikan bunga lebih besar dari bank resmi pemerintah, daripada menepatinya.

d.      Selective Listening
Terlalu memilih isi pembicaraan (yang bagus-bagus saja yang didengar, yang tidak enak diacuhkan). Contoh: individu yang hanya mau mendengar informasi yang disukai dan menyenangkan hati. Sementara, informasi yang kurang menyenangkan tidak diacuhkan dan cenderung diabaikan.

e.       Message Predispositions
Pemilahan pesan, dengan mengambil yang menguntungkan dan mengabaikan yang lain walaupun sesungguhnya pesan merupakan satu kesatuan. Contoh: sebuah pesan berbunyi “Beli satu dapat dua, untuk setiap pembelanjaan senilai lima ratus ribu rupiah.”, namun pendengar melakukan pemilahan pesan sehingga pesan menjadi “Beli satu dapat dua.”, saja.

Agar pelaku komunikasi dapat melakukan teknik mendengar secara baik, berikut beberapa saran untuk mendengar:

a.       Dengarkan penuh konsentrasi
Acapkali melelahkan (kalau belum terbiasa), namun terus usahakan, dengan cara yakinkan diri dulu bahwa pembicaraan yang dilakukan perlu, dan simaklah segala sesuatu yang dikatakan oleh lawan bicara.

b.      Aktif ikut pembicaraan
Cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengatakan “oh ya?” atau “ah, masa sih?” atau “jadi ........... maksudnya itu harus demikian?” dan lain sebagaimana.

c.       Bertanyalah
Jika isi pembicaraan tidak dimengerti ataupun dipahami, hendaknya ajukanlah pertanyaan secara langsung.

d.      Discriminating
Dengarkanlah seluruh pembicaraan secara kritis, jadi bukan memilih-milih informasi yang harus didengar.

e.       Affective Listening

Dengarkanlah pembicaraan dengan penuh perasaan suka. Sukar melaksanakannya? Cobalah terus, pastilah lambat laun akan terbiasa.

Komunikasi

Posted by Fazri
Seni Komunikasi


Komunikasi adalah unsur utama dalam segala kegiatan manusia. Komunikasi juga merupakan baguan yang sedemikian erat terkandung dalam setiap aspek kehidupan manusia, tidak ubahnya dengan nafas dan aliran darah manusia itu sendiri. Sepanjang rentang waktu dalam kehidupan, manusia tidak akan pernah lepas dari aktivitas komunikasi. Jika dikaitkan dengan kepribadian, bahwa kepribadian seseorang adalah merupakan apa yang ‘ditangkap’/direspons oleh orang lain atas apa yang di ‘komunikasi’ kan oleh individu bersangkutan, verbal maupun non-verbal.
Sedemikian pentingnya komunikasi dalam kehidupannya, membuat manusia disatu sisi berupaya untuk lebih memahami makna komunikasi khususnya jika ditafsirkan sebagai wujud dari kepribadiannya. Namun disisi lain, komunikasi itu sendiri kerap dianggap ‘sebelah mata’ oleh manusia (sebagai pelaku komunikasi).

Komunikasi dan Komunikasi Efektif
Apakah melakukan komunikasi itu mudah? Jawabannya akan berkisar pada tiga jawaban, yaitu yang menjawab mudah, yang menjawab sulit, atau mungkin ada yang menjawab secara diplomatis dengan menjawab susah-susah gampang tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi.
Kemampuan berkomunikasi seorang individu tidaklah tumbuh begitu saja, melainkan sebuah proses yang diupayakan. Setiap manusia memiliki keunikan tersendiri dalam berkomunikasi dan bagaimana manusia dapat mewujudkan segala potensi yang ada dalam dirinya menjadi kekuatan yang besar tergantung pada sikap dan kepribadiannya (non-verbal), dan cara berkomunikasi (verbal). Dengan kata lain, manusia sebagai pelaku komunikasi harus mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif, bukan dengan proses kekerasan maupun pemaksaan melainkan karena adanya unsur kesetaraan, keselarasan, dan pemahaman.
Komunikasi yang sesungguhnya dan seharusnya dilakukan dalam kehidupan manusia baik sosial maupun bisnis adalah komunikasi efektif. Apakah komunikasi efektif itu?
Kata komunikasi berasal dari bahasa latin ‘communis’ yang berarti ‘bersama’. Sedangkan menurut kamus, definisi komunikasi dapat meliputi ungkapan-ungkapan seperti berbagi informasi atau pengetahuan, memberi gagasan atau bertukar pikiran, informasi, atau yang sejenisnya dengan tulisan atau ucapan.
Komunikasi merupakan proses perilaku yang rumit meski untuk pesan yang paling sederhana dan langsung. Komunikasi m;elibatkan seluruh rasa, pengalaman, emosi dan kecerdasan. Dalam istilah umum yang sederhana, proses komunikasi berupa arus pesanan melalui suatu saluran dari sumber pesan atau informasi menuju penerima pesan. Sebelum pesan dikirim, pesan harus diwujudkan dalam bentuk penggalan-penggalan unformasi yang dapat dikirimkan dengan menggunakan sarana komunikasi. Ketika pesan yang dikirim sampai kepada penerima, pesan tersebut harus dapat ditafsirkan. Pesan yang sampai kepada pihak penerima tidak selalu tepat sebagaimana yang dimaksudkan oleh pihak pengirim pesan. Hal ini disebabkan terjadinya faktor-faktor gangguan yang terjadi pada penyusunan penggalan informasi di pihak pengirim pesan, gangguan pada saluran informasi, atau pada penafsiran pesan di pihak penerima.

Etika Berkomunikasi
Untuk senantiasa berkomunikasi efektif dalam kehidupan sehari-hari, individu juga harus  memahami tata cara berbicara yang baik untuk lebih memperkaya wawasan dalam melakukan komunikasi efektif, yaitu:

a.      Lihatlah lawan bicara
Saat seseorang melakukan komunikasi, tataplah dan lihatlah lawan bicara dengan pandangan bersahabat. Janganlah menoleh kekiri atau kekanan selama pembicaraan berlangsung yang mengesankan kejenuhan ataupun kegelisahan terhadap lawan bicara, karena hal ini akan menimbulkan ketersinggungan. Pandangan ditujukan pada arah kening atau diantara kedua mata lawan bicara dengan tatapan mata yang teduh, dan bukan dengan amarah ataupun pandangan yang sinis.

b.      Suara harus terdengar jelas
Jika berkomuniaksi dengan orang lain, suara yang dikeluarkan harus jelas terdengar. Jangan bergumun (seperti orang yang sedang menguyah makanan di mulut) ataupun terlalu keras/berteriak (seakan dalam keadaan marah).

c.       Ekspresi wajah yang menyenangkan
Wajah adalah cerminan hati. Jika Anda selama berkomunikasi menampakkan wajah cemberut, maka hal ini menggambarkan sikap Anda yang tidak bersahabat dengan lawan bicara. Untuk itu tampilkanlah ekspresi wajah yang bersahabat selama komunikasi berlangsung, dan jangan menampilkan wajah mesum dan genit – jika Anda ingin mendapatkan citra diri yang positif dari lawan bicara Anda.

d.      Tata bahasa yang baik
Gunakanlah bahasa yang sesuai dengan kondisi dan situasi selama komunikasi berlangsung. Misal: jika Anda berbicara dengan preman, gunakanlah bahasa preman. Dan, jika Anda berbicara dengan anak balita, gunakanlah bahasa anak-anak yang penuh dengan kemanjaan dan keceriaaan.

e.       Pembicaraan mudah dimengerti, singkat dan jelas
Selama berkomunikasi berlangsung, selain tata bahasa yang baik, perhatikan pula susunan kata-kata yang diucapkan. Jangan terlalu panjang, berbelit-belit, susah untuk dipahami. Misal: seseorang bertanya tentang ruangan administrasi, maka Anda menjawab: “ibu, jalan terus nanti ketemu tiang biru belok ke kanan, jalan terus, ketemu tong sampah merah jalan tiga langkah terus kekanan, ke kiri, terus, belok ke kanan, ke kiri lagi, nah ... di sana ibu tanya dengan satpam”. Bayangkan betapa bingungnya ibu yang bertanya mendengarkan jawaban Anda!

Disamping tata cara berbicara yang baik, maka perlu pula dipahami akan magic words (kata-kata ajaib) dan killer words (kata-kata yang membunuh) sebagai berikut:








MAGIC WORDS

·      Akan saya coba ...
·      Saya akan tanya ke bagian yang bersangkutan
·      Akan memakan waktu, akan saya coba ...
·      Maksud saya ...
·      Maaf, boleh pindah ke sini
·      Terima kasih ...
·      Silahkan ...
·      Tentu ...
·      Mari saya bantu ...
·      Tolong ...

               





KILLER WORDS


·      Tidak bisa ...
·      Tidak tahu ...
·      Tidak mungkin ...
·      Wah susah ...
·      Bukan saya ...
·      Jangan ...
·      Terserah ...
·      Salah sendiri ...
·      Kan saya sudah bilang ...
·      Cepetan dong ...
 


Disadari atau tidak, saat individu menyebut ‘kata-kata ajaib’ maka ekspresi wajah, suara dan tatapan mata pun akan menyelaras dengan kata-kata tersebut dan membentuk sikap diri yang bersahabat, dan sebaliknya ‘kata-kata yang membunuh’ akan menghasilkan sikap yang bermusuhan. Jika magic dan killer words mewakili komunikasi verbal, maka magic dan killer gestures mewakili komunikasi non verbal dengan uraian sebagai berikut:

   MAGIC GESTURES                                                              KILLER GESTURES

·      Berdiri tegak                                                                          ·      Bersidekap
·      Duduk dengan tangan terbuka                                                ·      Duduk bermalasan
·      Senyum dan antusias                                                              ·      Raut muka sombong
·      Menunjuk dengan seluruh jari                                                 ·      Menunjuk menggunakan satu jari
·      Eye contact                                                                            ·      Berbicara sambil makan
                                                                                                   ·      Berkacak pinggang                                                                      

Sikap

Minggu, 24 November 2013
Posted by Fazri
Apa sih Sikap itu?

Gabungan karakteristik fisik seseorang (seperti mata, sosok tbuh, hidung) serta karakteristik mental (seperti ketekunan, toleransi, kebijaksanaan) merupakan kombinasi yang memunculkan kepribadian dari diri seseorang. Kepribadian seseorang ada dalam benak orang lain. Bagaimana orang menafsirkan kepribadian seseorang merupakan kunci untuk mengetahui bagaimana sebenarnya kepribadian diri sendiri. Kepribadian terletak pada apa yang tampak pada penampilan seseorang, dan bukan pada bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri.
Yang dimaksud dengan penampilan bukan hanya meliputi model baju, warna baju, gaya rambut, polesan make up, warna dan model sepatu, tas yang digunakan, tetapi juga meliputi gerakan tubuh, intonasi suara, ekspresi wajah, senyum, dan lainnya. Dengan kata lain meliputi sikap dan perilaku individu dalam kehidupan sosialnya. Apakah sikap itu? Apa yang membedakan sikap dengan perilaku? Adakah kolerasi diantara keduanya? Menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, berikut penjelsannya.

Apakah Sikap itu?
Secara sederhana daptlah diuraikan bahwa sikap adalah cara seseorang melihat ‘sesuatu’ secara mental (dari dalam diri) yang mengarah pada perilaku yang ditujukan pada orang lain, ide, objek maupun kelompok tertentu. Sikap juga merupakan cerminan jiwa seseorang. Sikap adalah cara seseorang mengkomunikasikan perasaanya kepada orang lain (melalui perilaku).
Jika perasaan seseorang terhadap ‘sesuatu’ adalah positif maka akan terpancar pula perilaku positif dari individu bersangkutan menyikapi ‘sesuatu’ yang dihadapinya itu, dan sebaliknya. Begitu menyedihkan, jika perasaan sedang tidak nyaman (negatif) maka yang tercermin adalah wajah yang keruh, semangat kerja menurun, hari yang indah berubah menjadi hari yang membosankan. Jika ‘sesuatu’ berjalan secara mulus, wajah tanpa disadari akan berseri-seri, dunia menjadi serasa indah, semangatpun akan menggebu-gebu.
Perbedaan terletak pada proses terjadinya dan penerapan dari konsep tentang sikap itu sendiri. Mengenai proses terjadinya, sikap adalah sesuatu yang dipelajari (bukan bawaan). Oleh karenanya, sikap lebih dapat dibentuk, dikembangkan, dipengaruhi, dan diubah. Ada sebgian yang mengatakan bahwa sikap adalah bawaan, terbukti dari kenyataannya bahwa sikap dapat timbul dapat adanya pengalaman sebelumnya, misalnya orang yang sejak bayi tidak suka makan sayur.

Sikap Positif dan Sikap Negatif
Sikap dapat dibedakan atas bentuknya dalam sikap positif dan negatif, yaitu:
a.       Sikap positif
Merupakan perwujudan nyata dari intensitas perasaaan yang memerhatikan hal-hal yang positif. Suasana jiwa yang lebih mengutamakan kegiatan kreatif daripada kegiatan yang menjemukan, kegembiraan daripada kesedihan, harapan daripada keputusan. Sesuatu yang indah dan membawa seseorang untuk selalu dikenang, dihargai, dihormati oleh orang lain. Untuk menyatakan sikap yang positif, seseorang tidak hanya mengeksperikannya hanya melalui wajah, tetapi juga dapat melalui bagaimana cara ia berbicara, berjumpa dengan orang lain, dan cara menghadapi masalah.
Sikap positif juga mencerminkan seseorang yang memiliki kepercayaan diri yang baik, dan karenanya ia patut dikenal dan diketahui. Bila sesuatu terjadi sehingga membelokkan fokus mental seseorang ke arah yang negatif, mereka yang positif mengetahui bahwa guna memulihkan dirinya, penyesuaian harus dilakukan, karena sikap positif hanya dapat dipertahankan dengan kesadaran.
Usaha yang dapat dilakukan untuk menuju sikap postif adalah (1) tumbuhkan pada diri sendiri suatu motif yang kuat. Selalu mengingatkan diri bahwa ssesuatu yang positif akan diperoleh dari kebiasaan baru, (2) Jangan biarkan perkecualian sebelum kebiasaan baru mengakar di kehidupan pribadi, (3) berlatih dan berlatih terus dalam setiap kesempatan, tanpa rasa jenuh dan bosan.

b.      Sikap negatif
Sikap negatif harus dihindari, karena hal ini mengarahkan seseorang pada kesulitan diri dan kegagalan. Sikap ini tercermin pada muka yang muram, sedih suara parau, penampilan diri yang tidak bersahabat. Sesuatu yang menunjukan ketidakramahan, ketidak menyenangkan, dan tidak memiliki keprcayaan diri.
Untuk menghilangkan sikap negatif adalah (1) belajar mengenali sifat negatif diri, bersikap jujur terhadap diri atau tanyalah pada seseorang yang dipercaya dan dihormati mengenai sifat negatif diri, (2) akui bahwa sikap negatif itu memang dilakukan.
Sikap terbentuk malalui proses pembiasaan. Lebih sering kebiasaan dilakukan, semakin melekat dan bertambah sulit untuk dihilangkan. Untuk itu latihan untuk menghilangkan kebiasaan buruk pada diri harus dilakukan secara berkesinambungan, dilandasi kesadaran penuh untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Meskipun seseorang tidak dapat lagi mengubah apa yang telah terjadi pada masa lalunya, tetapi ia dapat memberikan sumbangan positif bagi perkembangan dan pertumbuhan dirinya sendiri pada masa yang akan datang dengan meminimalkan ‘kebiasaan buruk’ dan memaksimalkan ‘pendekatan belajar’. Seperti kata-kata hikmat berikut ini:”Belajar dari kesalahan sendiri, dan bertumbuh dari keberhasilan-kebiasaan sendiri”.
Usaha untuk mengembangkan baru dapat dilakukan dengan:
(1)   Tumbuhkan pada diri sendiri suatu motif yang kuat untuk merubah kebiasaan yang buruk.
(2)   Setiap kali akan bertindak, pikirkan untung-ruginya.
(3)   Antusias – positive thinking.
(4)   Belajar meyakini diri sendiri.
(5)   Kurangi rasa khawatir diri, meragukan diri, iri hati, tidak bisa membuat diri senang dalam situasi dan kondisi yang dihadapi.
(6)   Tingkatkan kemampuan untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuan diri, dan
(7)   Berlatih, berlatih dan berlatih pada setiap kesempatan.
Masa lampau telah membayar harganya sendiri, yaitu masa lampaun memberikan bimbingan untuk masa sekarang dan yang akan datang. Bila hal ini terjadi, individu akan mendapatkan ‘pembelajaran’ berharga untuk meningkatkan keyakinan diri, harga diri dan sikap membangun terhadap dirinya sendiri.


Kepribadian

Sabtu, 23 November 2013
Posted by Fazri
Kepribadian

Sesuai janji, saya akan memposting tentang kepribadianJ semoga bermanfaat;)
Dalam kehidupan sehari-hari, seirngkali terdengar atau mungkin dijumpai seseorang yang dinyatakan memiliki kepribadian yang baik atau sebaliknya, seperti mislanya: wajah Mira tidak cantik, tetapi saya menyukai kepribadiannya. Atau, Rudy itu orangnya ‘enak’, ia mempunyai kepribadian yang menyenangkan. Pertanyaan yang mengikuti pertanyaan seperti diatas adalah kriteria apa sajakah yang menentukan seseorang dikatakan memiliki kepribadian baik atau buruk? Apakah seorang yang senantiasa membantu orang lain dapat dikatakan kepribadian baik, padahal yang bersangkutan disisi lain adalah cara seseorang berhias diri, ataukah cara seseorang tersenyum kepada orang lain? Apakah kepribadian itu adalah tentang cara seseorang bertindak untuk memberi kesan yang baik terhadap orang lain? Ataukah kepribadian itu merupakan sesuatu yang lebih mendalam lagi?

1.             Apakah Kepribadian itu?
Kepribadian bukanlah sesuatu yang dapat dikenakan ataupun ditanggalkan sebagaimana orang mengenakan pakaian ataupun mengikuti gaya mode tertentu. Kepribadian adalah sesuatu yang unik pada diri masing-masing individu.
Menurut saya, kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisik yang menentukan caranya yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan.
Definisi kepribadian mengandung beberapa postulat, sebagai berikut:
1.        Kepribadian adalah organisasi keseluruhan atau Gestalt. Karenanya individu mempunyai intergritas, arti ataupun kontinuitas.
2.        Kepribadian tampak dalam pola-pola yang terorganisasi yang dikenal dengan istilah: sifat. Sifat, adalah menetap, dapat diamati dan dapat diukur.
3.        Pengembangan kepribadian merupakan hasil atau produk lingkungan sosial-budaya (peran orang tua, anggota keluarga, dan lainnya), disamping pengaruh dasar-dasar biologis (kemampuan motorik lainnya).
4.        Kepribadian mengandung aspek yang superfisial (misal tulisan tangan, sikap terhadap permainan catur), dan aspek yang inti (sentimen, kecenderungan temperamen).
5.        Kepribadian mempunyai sifat yang ‘umum dan unik’, yaitu walaupun kepribadian secara individual saling berbeda, ada kesamaan-kesamaan tertentu yang berlaku umum untuk suatu kelompok didalam masyarakat, atau untuk seluruh umat manusia.

Konsep kepribadian yang bersifat menyeluruh ini, tidaklah mudah untuk dipelajari sehingga cara pendekatan pun menjadi berbeda-beda.
Pendekatan pada salah satu atau beberapa asperk kepribadian dapat lebih objektif dengan metode tersebut kemungkinan besar akan kehilangan keunikan dan sifat menyeluruh kepribadian. Di pihak lain, pendekatan yang bersifat menyeluruh akan bersifat menyeluruh akan bersifat subyektif karena akan banyak mengandalkan intuisi peneliti, sehingga seringkali terlalu spekulatif dan tidak ilmiah.

2.             Temperamen dan Watak
Pengertian temperamen dam kepribadian sering dikacaukan. Temperamen adalah disposisi yang sangat erat hubungannya dengan faktor-faktor biologis atau fisiologis, dan karenanya sedikit sekali mengalami perubahan di dalam perkembangan. Peranan keturunan mamainkan peranan penting. Temperamen adalah bagian khusus dari kepribadian.
Watak, istilah kepribadian dan watak sering dipergunakan secara bertukar-tukar. Watak berarti normatif, yaitu kata watak mengisyaratkan norma tingkah laku tertentu menjadi dasar individu atau perbuatannya dinilai oleh orang lain. Jadi, dalam menggambarkan watak individu, kata ‘baik’ atau ‘buruk’ seringkali dipakai. Watak adalah suatu konsep etis. Definisi watak adalah kepribadian yang dievaluasi, sedangkan kepribadian adalah watak yang didevaluasi.
Watak dapat pula dikatakan sebagai temperamen yang dimodifikasi oleh pendidikan, pengalaman, kepercayaan, kebudayaan, motivasi, dll.

3.             Perkembangan Kepribadian
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, kepribadian manusia selalu berkembang dan berubah. Adapun perkembangan kepribadian itu dapat dikategorikan pada tiga fase perkembangan sebagai berikut:
(a)    Masa bayi
Pada waktu lahir, anak telah mempunyai potensi baik fisik maupun temperamen, yang aktualisasinya tergantung kepada perkembangan dan kematangan jiwanya. Bayi adalah makhluk yang eksistensinya nyaris semata-mata berupa dorongan primitif dan refleks. Masa bayi masih belum memiliki kepribadian.
Pada waktu lahir seorang bayi telah dibekali dengan potensi-potensi fisik dan temperamen tertentu, namun pemenuhannya masih menunggu proses pertumbuhan dan pematangan. Bayi mampu memberikan respons dengan beberapa refleks yang sangat spesifik, mengisap dan menelan.
Untuk itu dapatlah dikatakan bahwa sebagian dari tingkah laku bayi dipandang sebagai bentuk awal pola kepribadian kemudian. Peranan orang tua untuk memperkenalkan nilai dan norma kehidupan pada bayi adalah sangat berpengaruh bagi perkembangan pola kepribadian selanjutnya.
(b)   Masa kanak-kanak
Perkembangan dari masa bayi menuju masa kanak-kanak melewati garis-garis yang berganda. Manusia adalah organisme yang pada waktu lahir adalah makhluk biologis, akan berubah/ berkembang menjadi individu yang egonya selalu berkembang.
Dalam perkembangan ini, peranan orang tua dan lingkungan tempat anak tumbuh akan sangat berpengaruh pada perkembangan kepribadian dimasa mendatang.
Tingkah laku individu sesudah kelahiran secara berthap menjadi makin kurang memadai sampai dengan berkembangnya kesadaran tentang ‘diri’.
(c)    Masa dewasa
Dalam diri individu dewasa ditemukan kepribadian yang tingkah lakunya ditentukan oleh sekumpulan sifat yang terorganisasi dan harmonis. Individu dewasa mengetahui apa yang dikerjakannya dan mengapa itu dikerjakannya. Untuk memahami sepenuhnya apa yang harus dilakukannya, orang dewasa harus mengetahui tujuan dan aspirasinya dengan jelas. Motif yang terpenting bukan lagi berupa ‘gema’ masa lampau, melainkan lambaian ‘ajakan’ masa depan.
Pada masa dewasa faktor yang memengaruhi perkembangan kepribadian seseorang adalah kesadarannya akan tujuan dan makna akan kehidupan selanjutnya. Pada masa ini, pribadi dewasa tidak lagi terlalu terkait dengan perngaruh dari orang tua maupun lingkungannya. Pribadi dewasa akan berpikir secara individualistis tentang hal yang baik dan tidak baik dilakukan bagi kehidupannya.
Berbeda dengan dua masa sebelumnya, individu menjadi aktif pada masa dewasa, dan melakukan perubahan untuk pengembangan pribadinya yang didasari pada (1) Kesadaran, bahwa perubahan itu penting, (2) Kemauan/niat/motivasi, bahwa kepribadian seseorang/individu akan berkembang bukan hanya dilandasi hanya dengan kesadaran untuk perubahan semata tetapi harus diiringi dorongsn tindakan, (3) Pengetahuan, bahwa perubahan yang telah disadari, diniatkan untuk dilakukan harus pula dibekali dengan pengetahuan yang benar untuk berubah. Adapun pengetahuan dapat diperoleh melalui pendidikan formal, informal maupun pengalaman selama dalam perjalanan hidup.
Tidak semua orang dewasa mencapai kematangan penuh. Ada individu yang sudah dewasa, namun orang dewasa bertingkah laku mengikuti prinsip yang jelas dan rasioal.

Welcome to My Blog

Peta Dunia

Waktu Saat Ini

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Blogger templates

- Copyright © Pengenalan Kepribadian -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -